FORUM KASKUS

ASGARDIA - Negara Melayang Diruang Angkasa - KASKUS



Apa Itu Asgardia, Negara Luar Angkasa yang Diminati Banyak Orang?

Belakangan ini media sempat dihebohkan dengan nama Asgardia.  Lantas apas sih Asgardia itu? Asgardia merupakan nama sebuah negara pertama yang berada di luar angkasa. Negara ini merupakan hasil pembentukan seorang ilmuan asal Rusia, Igor Ashuerbeyli.

Asgardia memang belum banyak dikenal masyarakat. Meski begitu negara pertama di luar angkasa tersebut kabarnya telah banyak menarik minat publik.

Berdasarkan laporan terbaru diketahui jika warga yang mendaftarkan dirinya untuk menjadi penduduk Asgardia telah mencapai 275.323 orang. Jumlah itu kabarnya masih akan terus bertambah.

Raturan ribu orang dari berbabagi negara termasuk Indonesia rupanya sudah mendaftarkan diri mereka sebagai warna negara Asgardia. Cara mendaftar menjadi warga negara ini terbilang cukup mudah sebab kita hanya perlu membuka situs Asgardia.space dan kemudian log in.

Di Indonesia sendiri, penduduk yang mendaftarkan dirinya menjadi Asgardian (sebutan untuk warga Asgardia) telah mencapai 6797 orang. Sebanyak 84 persen diantaranya adalah laki-laki, sedangkan 16 persennya perempuan.

Dari peta yang di laman web diketahui jika warga yang mendaftar tersebar di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Denpasar, Yogyakarta, Bekasi, Banjarmasin, Makassar, Gorontalo dan lain-lain. Dari Jakarta sendiri diketahui mencapai 855 orang, Bandung 343 orang, Surabaya 248 orang, Tangerang 240 orang, dan Bekasi 231 orang.

Untuk log in sendiri kita bisa menggunakan Facebook, Gogle hingga Linkedin. Ketiga situs tersebut rupanya sudah terkoneksi langsung dengan situs yang ada di Asgardia. Setelah mendaftakan diri kita akan mendapat nomor ID.

Meskipun sudah ratusan ribu warga dari berbagai negara sudah bernaftar rupanya hingga saat ini masih belum jelas kapan negara pertama di luar angkasa tersebut akan beroperasi.  Menurut keterangan yang diberikan oleh Igor, Asgardia ini terletak di ketinggian kurang lebih 321 kilometer dari Bumi atau setara dengan ketinggian Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Menariknya, tim pendiri negara ini juga mempunyai akun Facebook yang bisa digunakan sebagai media tanya jawab. Meskipun Argendia merupakan negara bentukan manusia akan tetapi negara ini tetap mempunyai beberapa konsep singkat yang perlu kalian ketahui.

Konsep proyek ini terdiri dari filosofi, legal dan teknologi. Selain itu Asgardia sendiri merupakan sebuah negara yang sudah merdeka dan anggota dari Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB. Jika negara ini sudah beroperasi maka akan dilengkapi ndengan pemerintah dan kedutaan, bendera, lagu kebangsaan dan lain sebagainya.

Tujuan dibangunnya negara ini adalah Peace in Space, tidak hanya itu pembangunan negara ini juga untuk mencegah permsalahan tentang pemindahan bumi keluar angkasa. Dari segi filosofi sendiri rupanya Agardia juga sangat unik, yaitu untuk melayani seluruh manusia dan setiap orang terlepas dari kesejahteraan pribadinya sekaligus kemakmuran negara dimana mereka dilahirkan.

Pembentukannya juga didasarkan tujuan untuk menjamin kehidupan antariksa yang damai, melindungi Bumi dari ancaman objek luar angkasa, seperti komet, badai matahari, serta masih banyak lagi.

Mereka yang menjadi warga Asgardian sendiri nantinya akan mendapat sertifikat resmi tapi tetap memiliki status dwikewaganegaraan. Seperti negara-negara lain, Asgardian juga membentuk pemerintahan dengan sistem demokrasi berdasarkan hukum.

Ahli permukaan laut, Anders Levermann mengatakan harus ada perubahan yang dilakukan manusia yang terlanjur membuang emisi karbon untuk memahami dampak jangka panjang akibat perbuatannya.

Menurut Anders, “Dalam ratusan tahun mendatang dari sekarang, orang-orang di masa depan akan mengatakan begini, ‘Yeah, permukaan air laut naik dan akan terus naik. Hal itu akibat dari 200 tahun lalu, nenek moyang kita menggunakan bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak dan gas,’ itu kejadiannya”.

Padahal kalau kita lihat sejarahnya, sebenarnya kita bisa melakukan sesuatu untuk memastikan bahwa Bumi tidak akan dipenuhi air seperti yang kita perkirakan,” ujarnya.

Bumi yang bakal lebih biru ini akibat dari karbondioksida yang tersimpan lebih lama dalam atmosfer. Sebuah fraksi besar dari emisi karbon hingga saat ini dan dalam 100 tahun ke depan akan tetap berada di atmosfer selama puluhan hingga ratusan ribu tahun.

Berdasarkan emisi saat ini, studi memprediksi dalam 10.000 tahun manusia akan memancarkan emisi karbon yang cukup untuk membuat planet 7 derajat lebih hangat dari rata-rata dan menyebabkan permukaan air laut naik 52 meter. Laporan lain menyebutkan bahwa jika penelitian tersebut akurat, maka struktur tanah fisik Australia akan berubah, dengan banyak kota-kota pesisir terendam sebagai hasilnya.

Selain faktor alam yang kian memburuk, bagaimana dengan populasi penghuninya? Mari kita lihat.

Jumlah penduduk di bumi sekarang ini diprediksi sekitar 7,4 miliar. Kemajuan dalam kedokteran dan kesehatan berpengaruh pada lebih banyak anak yang tumbuh sampai dewasa dan lebih banyak manusia mencapai usia hingga di atas 90 tahun. Pada tahun 2050, PBB memperkirakan akan ada 9,7 miliar manusia hidup di planet Bumi.

Population Reference Bureau (RPB), lembaga yang berpusat di Amerika, mengklaim telah berhasil menghitung perkiraan total manusia yang pernah berdiam di bumi. Penghitungan itu dilakukan dengan mengestimasi jumlah penduduk sejak 50.000 sebelum Masehi (sejarah kemunculan manusia ketika Homo Sapiens ada).

“Jika ditotal, ada sekitar 108,2 miliar orang yang pernah lahir ke bumi sejak sejarah manusia muncul,” ujar Carl Haub dari PRB, seperti dikutip BigThink. Berhubungan dengan kondisi fisik bumi yang makin terganggu, populasi penduduk yang semakin banyak, dan kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek), maka penelitian tentang hunian baru bagi manusia pun dilakukan.

Asgardia direncanakan sebagai benda langit buatan yang bisa menampung banyak penduduk dan mengorbit di luar bumi. Pembiayaan proyek Asgardia sejauh ini masih bergantung pada kekayaan pribadi Ashurbeyli yang kebetulan juga mengelola perusahaan Aerospace International Research Center.

ASGARDIA


“Saya benar-benar ingin melihat apakah manusia mampu memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengungkapkan pendapat mereka. Sebagai manusia, saya berharap bila kita memiliki cara hidup yang lain. Untuk kehidupan yang lebih baik dan banyak pilihan,” ungkap Ashurbeyli.

“Kami ingin memberikan kesempatan yang sama kepada semua orang yang memiliki pemikiran, siapa melakukan sesuatu, untuk melindungi mereka. Rumah kita sebenarnya bukan rumah atau kota tempat kita dilahirkan. Rumah kita adalah planet Bumi dan kita ingin melindunginya. Bukan fantasi pergi ke Mars atau galaksi seterusnya, saya ingin menginginkan sesuatu yang lebih nyata,” tutur Ashurbeyli.

Banyak juga ternyata orang Indonesia yang ikut mendaftarkan diri untuk bisa bergabung menjadi warga negara luar angkasa ini. Namun, meski demikian China adalah yang dominan mendaftar jadi warga Asgardia dengan 28 ribu yang melamar.

Warga Asgardia mulai terbentuk, giliran wilayah dan tempatnya yang tengah dirancang. Secara fisik, serangkaian satelit akan diluncurkan ke luar angkasa dengan ditandai Asgardia-1 pada 12 September 2017. Tim dari Asgardia berharap dapat menciptakan tempat layak huni bagi warganya di orbit rendah Bumi, sekitar ketinggian 161-321 kilometer dari permukaan, di mana hampir setara dengan ketinggian Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

KASKUS FORUM INDONESIA

Diberdayakan oleh Blogger.